Membangun Kebiasaan Membaca Sejak Dini di Kota Bima

Membangun Kebiasaan Membaca Sejak Dini di Kota Bima

banner-single
Senin, 1 Februari 2021 07:02 WIB
Akbar. (Dok. Pribadi)

OLEH: AKBAR*

Budaya membaca buku di usia dini merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi atau kemampuan daya berpikir anak. Sehingga dapat memahami, mengerti dan menyimpulkan hasil bacaan. Juga meningkatkan kualitas anak agar semakin memiliki kompetensi belajar dengan baik dan benar.

Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca buku mesti dibangun sejak dini karena dapat aktivitas membaca dapat menjadi usaha menggali pengetahuan dan wawasan. Proses ini bisa mengasah kemampuan berpikir rasional anak.

Kegiatan membaca memiliki tujuan untuk menjelaskan kegiatan yang dilakukan anak dengan inisiatif tanpa bantuan orang lain. Hal ini bermaksud memenuhi kebutuhan rasa ingin tahu anak sehingga ke depan ia dapat menentukan tujuan, sumber belajar dan melakukan evaluasi diri.

Membaca merupakan sistem usaha yang dilakukan oleh anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa harus menunggu perintah atau desakan dari orang tuanya. Dan dapat juga dilihat dari konteks bertindak proaktif dan bukan sekadar berpikir.

Selain itu, membaca sangatlah penting di era ini. Sebab, ilmu sosial, teknologi dan ilmu pengetahuan lainnya berkembang begitu cepat. Pengetahuan-pengetahuan tersebut hanya didapatkan anak yang memiliki inisiatif untuk membaca beragam sumber yang tersedia.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan tujuan membaca yang tidak melenceng dari tujuan pada umumnya. Tujuan ini benar-benar memiliki maksud luhur, seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

***

Di era ini masih dibutuhkan penunjang untuk meningkatkan minat baca anak-anak di Kota Bima. Di kota ini sangat diperlukan Sumber Daya manusia (SDM) untuk menunjang upaya peningkatan minat baca agar usaha ini bisa lebih efesien dan akurat.

Sebab sebagian besar masyarakat Kota Bima terlahir dari rahim petani dan pedagang. Sehingga aktivitas anak-anak terlantar dan tidak diperhatikan dengan baik, bahkan sebagian di antaranya tidak mengenyam pendidikan. Banyak pula yang putus sekolah karena tidak memadainya biaya dan sarana yang disediakan orang tua mereka.

Karena itu, cita-cita anak tidak akan tercapai untuk melanjutkan perjuangan di sekolah. Apabila penunjang dan pendukung tidak terpenuhi, maka generesi bangsa akan terlantar dan mengikuti jejak orang tua mereka menjadi pedagang dan petani. 

Masa depan generasi bangsa khususnya di Kota Bima harus benar-benar diperhatikan secara serius. Agar keutuhan dan kemajuan literasi generasi masa depan ini dapat terjaga dengan baik.

Salah satu cara untuk meningkatkan minat baca anak-anak adalah memaksimalkan peran bimbingan belajar dan membangun rumah baca. Setiap kelurahan di Kota Bima dapat menjadi ujung tombak dalam menjalankan program tersebut. (*Pegiat sosial Kota Bima)