Wagub NTB Terpapar Covid-19 setelah Dua Kali Menerima Suntikan Vaksin Buatan China

Wagub NTB Terpapar Covid-19 setelah Dua Kali Menerima Suntikan Vaksin Buatan China

banner-single
Minggu, 14 Maret 2021 09:03 WIB
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB) Sitti Rohmi Djalilah. (Lombokita.com)

Mataram, Ntbnews.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB) Sitti Rohmi Djalilah yang sudah dua kali menerima vaksinasi Sinovac dari China, bersama suami dan sejumlah anggota keluarga yang tinggal di pendopo dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri dihubungi melalui telepon di Mataram, Minggu (14/3/2021), membenarkan bahwa Rohmi positif Covid-19.

“Iya benar. Bu Wagub positif Covid-19,” ujarnya.

Hamzi menuturkan, Rohmi tak sendirian terpapar Covid-19. Suami, Khairul Rizal, berserta tujuh orang lainnya yang tinggal di pendopo juga dinyatakan positif Covid-19. Meski demikian, kesemuanya dinyatakan dalam kondisi baik.

“Bu Wagub dan keluarga dalam keadaan baik saat ini dan statusnya Orang Tanpa Gejala (OTG). Saat ini menjalani isolasi mandiri dan pengawasan tim dokter RSUD Provinsi NTB,” katanya.

Diketahui, Rohmi sudah dua kali menerima vaksin Sinovac. Pertama, Ketua Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi NTB itu menerima vaksin pada 14 Januari. Kemudian vaksinasi kedua pada 28 Januari 2021.

Terpisah, suami Wagub NTB, Khairul Rizal membenarkan bahwa dirinya dan keluarga positif terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah walaupun positif, kondisi baik, tidak bergejala, mungkin pengaruh vaksin Covid-19 sudah bekerja,” ujar anggota DPRD Provinsi NTB ini.

Pihaknya menduga virus tersebut masuk setelah salah seorang pembantu yang sehari-hari bekerja di pendopo pulang kampung dan sekembalinya membawa Covid-19.

“Bibik yang kerja di pendopo sempat pulang kampung. Baliknya bawa Covid-19. Bibik ini tiba-tiba hilang penciuman. Langsung di-swab dan positif. Baru kami yang lain di-swab dan positif,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi NTB, saat ini jumlah kasus Covid-19 di wilayah itu sudah mencapai 9.945 orang, sembuh 8.568 orang dan meninggal dunia mencapai 413 orang. (ant/lb)