News  

Jangan Berangkat Secara Ilegal, Pengiriman PMI untuk PLRT ke Arab Saudi Kini Dibuka

Mataram, ntbnews.com – Masyarakat yang ingin berangkat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi diminta agar tak lagi menempuh cara-cara yang ilegal. Sebab saat ini pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memiliki perjanjian pemberangkatan PMI dengan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) untuk sektor domestik atau Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi S.Sos., MH mengatakan, untuk saat ini ada dua Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang sudah mendapatkan job order dengan tujuan Arab Saudi dengan jumlah sebanyak 1.500 orang.

“Pengiriman PRT ke Arab Saudi kembali dilakukan. Tentu kita berharap jika selama ini yang yang berangkat nonprocedural ke sana, jangan ada lagi yang berangkat non procedural,” kata I Gede Putu Aryadi.

Gede mengatakan, dibukanya penempatan PMI di sektor PLRT tujuan Arab Saudi menggunakan konsep “one channel system” atau sistem satu kanal, mirip seperti pola perekrutan PMI ke Malaysia yang sudah mulai berjalan sejak tahun kemarin. Pola baru ini diterapkan untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi PMI yang bekerja di Arab Saudi.

Poin penting dalam pengaturan teknis SPSK antara Indonesia dan Arab Saudi mengatur proyek percontohan untuk penempatan PMI sektor domestik pada pengguna berbadan hukum (syarikah), bukan pengguna perseorangan. Beberapa hal yang diatur di dalamnya adalah jenis pekerjaan, hingga area kerja hanya dilakukan di Mekah, Jeddah, Riyadh, Madinah, Dammam, Dhahran, dan Khobar

“Gaji minimal dalam SPSK itu sebanyak 1.500 riyal per bulan. Di perjanjian kerja akan muncul gaji bulanan yang berhak diterima oleh PMI,” katanya.

Selain Arab Saudi, sejumlah negara Timur Tengah sudah mulai membuka keran pekerja migran asal Indonesia sejak tahun lalu, hanya saja mereka mengkhususkan penerimaan PMI di sektor formal seperti perhotelan, rumah makan, ritel modern, perawat dan lain-lainnya. Sedangkan sektor PLRT selain Arab Saudi tidak dibuka.

“Sejak tahun lalu ada pemberangkatan khusus untuk pekerja sektor formal ke sejumlah negara di Timur Tengah. Namun khusus ke Arab Saudi dibuka PRT,” kata Gede.

Secara keseluruhan, PMI asal NTB yang berangkat ke negara penempatan selama 2022 sebanyak 17.225 orang. Pemberangkatan paling banyak banyak di Bulan Oktober, November dan Desember. Selain ke Malaysia, PMI NTB banyak yang berangkat ke negara Taiwan, Hongkong dan Jepang. Tiga negara penempatan ini mengalami peningkatan pasca-pandemi ini.

“Yang menjadi tantangan P3MI pada saat pemberangkatan kemarin itu adalah harga tiket pesawat yang mahal. Misalnya tujuan Malaysia biasanya 1,6 juta rupiah, meningkat menjadi 3 sampai 4 jutaan, sehingga pemberangkatan PMI sering ditunda, misalnya yang berangkat Oktober jadi November,” tuturnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *