Cap Gagal Buat Mahally Fikri, Demokrat NTB Mulai Panas

Cap Gagal Buat Mahally Fikri, Demokrat NTB Mulai Panas

fc5969c4-da31-4d95-a0b7-014752da59ef
Selasa, 26 Januari 2021 13:01 WIB

MATARAM, NTBnews.com Ketua DPD Partai Demokrat NTB Mahally Fikri dinilai gagal membawa partai berlambang bintang mercy itu pada Pilkada 2020 di NTB. Hal itu diungkapkan Koordinator Divisi Perhubungan dan Informatika DPD Partai Demokrat NTB, Junaidi Kasum dalam jumpa pers, pada Senin (25/1/2021).

“Keterpurukan kita (Partai Demokrat) hari ini adalah tidak ada satupun menjadi pemenang Pilkada di kabupaten atau kota,” ucap pria yang akrab disapa JK ini.

JK mengatakan, kekalahan Paslon yang diusung Partai Demokrat dalam Pilkada di NTB merupakan persoalan yang serius. Hal ini juga mendapat perhatian khusus dari DPP Partai Demokrat

“Saya sebagai kader Partai Demokrat sangat prihatin dengan keadaan ini. Dan apa yang saya lihat hari ini, demokrat justru bersembunyi di balik kekalahannya,” ujarnya.

Menurut JK, kegagalan Ketua DPD Partai Demokrat NTB tidak hanya dalam Pilkada Serentak 2020. Namun, juga terkait polemik hak interpelasi yang akan digunakan oleh DPRD NTB, khususnya Fraksi Partai Demokrat atas kepemimpinan duet Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi).

JK berpendapat, sebagai partai pengusung pasangan Zul-Rohmi dalam Pilgub 2018 lalu, seharusnya Partai Demokrat mengawal roda pemerintahan bukan sebaliknya menjadi oposisi.

“Hak interpelasi itu memang hak setiap anggota DPR, namun harus diingat bahwa melekat dalam diri seorang kader fraksi yang ada di DPR untuk menghormati keputusan partai dimana partai pengusung harus mengawal dan mengawasi visi-misi Zul-Rohmi,” paparnya.

“Saya garis bawahi sekali lagi, Ketua DPD Partai Demokrat NTB saat ini sudah gagal. Tentu bukan saya saja yang mengatakan gagal tapi semua teman-teman juga mengakui kegagalan ini,” imbuh JK.

Melihat kondisi keterpurukan Partai Demokrat di NTB, JK mendesak agar partai segera mengelar musyawarah daerah (Musda) untuk melakukan pembenahan.

“Harus segera dilaksanakan Musda untuk memunculkan kader-kader terbaik dan asli dari demokrat. Hal ini juga untuk menyeimbangkan elektabilitas partai yang di nasional dan daerah, di nasional sudah bagus,” ucapnya.

Sementara itu, jawaban Firli terkait pernyataan dan kritikan JK ini akan kami muat dalam pernyataan terpisah. (dan)