Survei CISA: Mayoritas Publik Tolak Presiden Tiga Periode

Survei CISA: Mayoritas Publik Tolak Presiden Tiga Periode

Sabtu, 4 September 2021 22:09 WIB

Jakarta, ntbnews.com – Lembaga Survei Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) menerbitkan laporan hasil survei berkala terkait isu politik terkini termin ketiga yang diterbitkan selama masa pandemi Covid-19. Salah satu isu yang diangkat ialah terkait wacana presiden tiga periode.

Dalam hasil survei itu, disebutkan bahwa mayoritas responden yang dihimpun oleh lembaga itu menolak wacana penambahan masa jabatan presiden atau wakil Presiden.

“Hal ini terlihat dari 58,25% responden menyatakan tidak setuju dengan penambahan periode (masa jabatan) Presiden menjadi tiga periode. Meskipun demikian, ada 28,83% responden menyatakan setuju dengan wacana tersebut,” kata Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9).

Kemudian, responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 8,25%, tidak tahu/tidak menjawab 2,58% dan sangat tidak setuju terdapat 2,09% responden.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat responden banyak menolak ialah karena alasan konstitusi. Di samping itu, mayoritas publik juga tak ingin wacana itu direalisasikan.

Lebih jauh, Herry merincikan mayoritas masyarakat juga menolak perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027 itu terhadap Joko Widodo (Jokowi). Meskipun, jika pemerintah menggunakan alasan efisiensi dan optimalisasi kinerja.

Ia menjelaskan, 60,08% responden tidak setuju dengan wacana penambahan waktu kepemimpinan Jokowi. Hanya 25,45% responden yang setuju dan 2,75% yang sangat setuju.

“Yang sangat tidak setuju 8,42% dan tidak tahu/tidak menjabat 2,33%,” jelas dia.

Herry merincikan survei tersebut mencoba untuk melihat tren politik terkini soal elektabilitas tokoh-tokoh tertentu yang diproyeksikan melenggang ke pemilu 2024.

Beberapa tokoh teratas versi CISA, kata dia, seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Terdapat 16,92% responden memilih Ganjar yang membuatnya unggul dari semua kandidat setelah pada periode survei CISA sebelumnya didominasi oleh Anies yang harus puas berada di posisi ketiga dan mendapatkan 16,75%.

“Sedangkan di posisi kedua masih dipegang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang terus menunjukkan konsistensi kenaikan elektabilitasnya dengan meraup 16,83%,” jelasnya.

Kemudian, tokoh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto juga disebut mendominasi dalam survei yang dilakukannya. Posisi dia, dengan elektabilitas 7,58% berada di bawah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto 10,08%.

Lalu, disusul Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 5,92%; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno 5,08%; Muhaimin Iskandar 5%; dan Ketua DPR RI, Puan Maharani 3,67%.

Namun demikian, elektabilitas partai yang diukur oleh pihaknya menunjukkan bahwa PDI Perjuangan masih mendominasi dengan 24,58%. Jumlah itu berada di atas Partai Demokrat pada posisi kedua dengan 18,75% dan Partai Golkar pada posisi ketiga dengan meraup 14,25%.

Dalam rilis itu, Herry menjelaskan, survei yang diterbitkannya menyasar pada 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi dan diklaim dilakukan secara proporsional. Ia menggunakan teknik pengambilan sampel secara random atau acak.

Sebagai informasi, survei tersebut mengambil margin of error mencapai 2,85% dengan tingkat kepercayaan 95%. (cnn/ln)