Reorientasi Dakwah Kultural Muhammadiyah, Jawab Tantangan Zaman

Foto: Prof. Ma’mun Murod Al Barbasy menguraikan materi pada acara Pengkajian Ramadan 1445 H.

JAKARTA,NTBNEWS.COM– Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Ma’mun Murod Al Barbasy menguraikan dua poin besar pada tema Pengkajian Ramadan 1445 H berangkat dari dua kegelisahan (19/03/24)

Pertama adalah kegelisahan politik, sebagai negara yang menganut sistem demokrasi Muhammadiyah perlu memperbanyak ‘jumlah kepala’. Sebab selama ini Muhammadiyah terlalu fokus pada isi kepala.

Kedua adalah kegelisahan sosiologis, di mana menurut salah satu lembaga survei yang menemukan data jumlah warga terafiliasi Muhammadiyah hanya 5,7 persen, lebih kecil dibandingkan dengan organisasi Islam lain.

“Upaya menjawap perluasan basisi komunikasi dan akar rumput, maka diperlukan dakwah kultural, dakwah kultural Merupakan upaya untuk menanamkan nilai-nilai islam dalam seluruh dimensi kehidupan secara menyeluruh dengam nemperhatikan potensi dan kencederuangan manusia sebagai makhluk yang berbudaya secara luas dalam rangka menciptakan umat islam yang sebenar-benarnya” Ujarnya

Secara substansi Dakwah Kultural itu dimaksudkan dalam dua hal yakni, pertama melakukan dinamisasi yang berupaya berkembang kearah yang lebih baik,  dalam artian mengambil yang lama yang sudah baik dan mengambil sesuatu yang baru yang jauh lebih baik.

Kedua purifikasi merupakan upaya melakukan pemurnian kembali pada nilai-nila yang bersumber pada tauhid.

Dakwah Kultural ini sesungguhnya sudah melekat dengan Dakwah Muhammadiyah sejak 1920-an, hal itu dibuktikan dengan awal perkembangan Muhammadiyah yang begitu pesat terjadi, dan karakter ini melakat dalam diri Kiyai Ahmad Dahlan.

Selain itu Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Kitab Barbasy juga menjelaskan Muhammadiyah sebagai organisasi moderen, salah satu ciri organisasi moderen ialah kepatuhan terhadap keputusan organisasi, namun juga perlu diiringi dengan membangun basis-basis kultural, sebagimana awal mula berdirinya Muhammadiyah. Tegasnya

Sebagai evaluasi dan mempersiapkan diri maka Muhamadiyah perlu setidaknya melakukan tiga hal diantaranya perlu nembangun kerja-kerja Organisasi, kerja Kultural dan Memperluas Komunikasi, dan perlu mengemblikan Dakwah Muhammadiyah dingga dapat menyentuh sampai ke akar rumput. Tutupnya.(mk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *