Puji Sikap Jokowi, Waketum Perindo: Retorika Rocky Gerung Penuh Kebencian

 

NTBNEWS.COM- Wakil Ketua Umum Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai jawaban Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap pernyataan Rocky Gerung sebagai bajingan tolol merupakan bentuk ketahanan sekaligus sikap dewasa Kepala Negara terhadap kritik.

Diketahui, dalam sebuah pernyataan, Rocky mengaku sengaja menyebut Presiden Jokowi sebagai “bajingan” karena “menjual negara ke pengusaha China” demi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) ketika melakukan kunjungan kerja ke China beberapa waktu lalu.

Namun, Jokowi enggan menanggapi serius penghinaan yang disampaikan Rocky Gerung terhadap dirinya. Ia pun lebih memilih untuk fokus bekerja daripada menanggapi hinaan itu.

“Berfokus pada pekerjaan dan menunjukkan ketahanan Pak Jokowi dalam menghadapi kritik menurut saya ya, sikap yang profesional dan dewasa,” kata Ferry Kurnia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/8).

Kang Ferry, sapaan akrabnya mengatakan bahwa setiap pemimpin pasti akan mendapat kritik dari berbagai pihak, karena tidak mungkin untuk memuaskan semua orang dengan keputusan dan tindakan yang diambil.

Namun, dia menilai pernyataan Rocky Gerung kontras dengan kapasitasnya sebagai seorang akademisi. Menurut Bacaleg Perindo Dapil Kota Bandung dan Cimahi, Jawa Barat ini, orang yang berilmu harusnya bijak sesuai dengan kedalaman ilmunya.

“Tidak menjadi dangkal dengan umpatan-umpatan kasar dan kotor seperti itu, sehingga bisa bisa kita liat bahwa retorika ilmunya (RG) cenderung penuh dengan┬ákebencian,” ujar mantan Komisioner KPU RI ini.

Rocky Gerung sebelumnya telah dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Laporan tersebut dibuat oleh kelompok pendukung Jokowi yang menamakan diri sebagai sebagai Barisan Rakyat Jokowi Presiden (Bara JP) pada Senin (31/7.

Pengaduan itu merupakan respons terkait video berisi ucapan Rocky Gerung yang dinilai menghina Jokowi dalam acara Konsolidasi Akbar Aliansi Aksi Sejuta Buruh bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Bekasi pada Sabtu (29/7). Video tersebut kemudian juga ditayangkan oleh akun YouTube milik Refly Harun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *