Hari Ini, Covid-19 di Indonesia Jangkiti 10.994 Orang

Hari Ini, Covid-19 di Indonesia Jangkiti 10.994 Orang

fc5969c4-da31-4d95-a0b7-014752da59ef
Senin, 1 Februari 2021 18:02 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). (Antara)

Jakarta, Ntbnews.com – Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 10.994 orang pada Senin (1/2/2021). Dengan demikian, total kasus positif virus corona mencapai 1.089.308 orang sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.

Dari jumlah total kasus corona tersebut, 883.682 di antaranya dinyatakan sembuh. Usai ada tambahan kasus harian 10.461 orang.

Selain itu, total kasus meninggal terkait Covid-19 mencapai 30.277 orang setelah ada tambahan kasus harian 279 orang.

Sementara jumlah kasus aktif mencapai 175.349 orang, angka suspek 76.343 orang, serta pemeriksaan spesimen mencapai 48.213 unit.

Sehari sebelumnya, Minggu (31/1/2021), total kasus positif Covid-19 mencapai 1.078.314 orang, dengan 873.221 dinyatakan sembuh, dan 29.998 meninggal dunia.

Presiden Jokowi mengakui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali tak efektif menekan kasus corona.

“Saya ingin menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan PPKM, tanggal 11-25 Januari. Kita harus ngomong apa adanya. Ini tidak efektif,” kata Jokowi.

Menurut dia, penerapan PPKM di lapangan, berupa pencegahan mobilitas masyarakat yang merupakan esensi kebijakannya, tak dilakukan secara konsisten.

“Esensi dari PPKM ini kan membatasi mobilitas, tetapi yang saya lihat di implementasinya ini kita tidak tegas dan tidak konsisten,” ucapnya.

Dia pun menugaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk lebih terlibat dalam memberi contoh disiplin kepada masyarakat.

PPKM Jawa-Bali sudah berlangsung dua tahap: PPKM jilid I pada 11 hingga 25 Januari 2021 dan PPKM jilid II pada 26 Januari hingga 8 Februari.

Selain itu, upaya penuntasan pandemi lewat program vaksinasi Covid-19 pun masih tahap awal, yakni dengan sasaran tenaga kesehatan. Namun, pelaksanaannya di berbagai daerah belum 100 persen. (cn/ln)