Empat Ormawa Unikarta Tenggarong Resmi Laporkan AR dan AM ke Polres Kukar

Empat Ormawa Unikarta Tenggarong Resmi Laporkan AR dan AM ke Polres Kukar

Jumat, 3 September 2021 14:09 WIB
La Ode Ali Imran

Kukar, ntbnews.com – Ketua-ketua organisasi mahasiswa kampus (ormawa) di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong seperti Ketua BEM Fahum, Faperta, FAI, dan Febis didampingi kuasa hukum mereka, La Ode Ali Imran, menyambangi Polres Kukar pada Jumat (3/9/2021) pagi.

Mereka mendatangi Polres Kukar untuk melaporkan AR dan AM atas dugaan penyalahgunaan tentang informasi, transaksi, dan transmisi elektronik.

La Ode membeberkan, laporan tersebut berawal dari postingan video yang menjadi viral dan ramai dikomentari warganet di akun Facebook berinisial AR sehingga menimbulkan konflik sosial.

“Karena ada beberapa komentar di dalamnya itu bernada bullying, kemudian menjadi memanas dan ini berdampak terhadap perkelahian beberapa orang minggu lalu,” kata La Ode kepada Berita Alternatif setelah menyerahkan surat laporan di Polres Kukar.

Ia tak ingin perdebatan yang tidak cerdas di media sosial karena postingan itu menimbulkan konflik horizontal di masyarakat, khususnya mahasiswa.

Dia berharap dua orang terlapor itu menyampaikan permohonan maaf karena perbuatan mereka memicu konflik sosial. “Pihak aparat penegak hukum juga harus mampu meredam ini dengan cara menegakkan hukum,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua BEM Fahum Unikarta, Adi Wahyudi mengaku melayangkan laporan terhadap AR yang mem-posting video di Facebook tanpa izin dari pemiliknya. Ia menyesalkan hal itu. Sebab, buntut dari postingan itu, terjadi gesekan antar-mahasiswa.

Adi mengatakan, beberapa ormawa di Unikarta merasa konflik ini berdampak terhadap kehidupan kampus, mengingat figur yang terdapat dalam konten video tersebut merupakan Rektor Unikarta, Erwinsyah.

Hal serupa disampaikan Ketua BEM Faperta Unikarta, Ricky Primadona. Laporan itu dilayangkan terhadap oknum mahasiswa Unikarta itu karena menimbulkan konflik berkepanjangan antar-mahasiswa di Kampus Ungu.

“Jadi, agar konflik ini tidak berkepanjangan dan juga untuk menjaga marwah Rektor, maka dari itu kami melaporkannya, karena kami tidak mau orang yang kami tuakan di kampus di-bully seperti itu,” tegas Ricky. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah