Brutal! Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina

Brutal! Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina

Jumat, 7 Mei 2021 17:05 WIB
Seorang ibu di Palestina terlihat menangis histeris saat melihat jasad putranya. (Istimewa)

Ramallah, Ntbnews.com – Tentara Israel menembak seorang remaja Palestina di Tepi Barat hingga tewas pada Rabu (5/5/2021) waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, remaja bernama Said Youssef Muhammad Oudeh itu meninggal karena “luka akibat peluru tajam” yang ditembakkan tentara Israel di utara Odla.

Palang Merah Palestina juga mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengurus jenazah seorang pemuda yang diduga meninggal karena tembakan peluru tajam.

Mereka melaporkan, seorang remaja lainnya juga terluka akibat tembakan tentara Israel dan kini sedang dirawat di rumah sakit.

Perwakilan tentara Israel mengatakan kepada AFP, personelnya terpaksa melepaskan tembakan itu karena sekelompok remaja melemparkan bom molotov ke arah aparat.

“Tentara bertindak untuk menghentikan para tersangka menembak mereka,” ujar perwakilan tentara tersebut.

Menurut perwakilan militer, tak ada personel tentara yang terluka atau tewas dalam insiden ini.

Beberapa hari belakangan, situasi di Tepi Barat kian tegang. Awal pekan ini, tentara Israel menggelar operasi pencarian besar-besaran di Tepi Barat.

Mereka mencari seorang warga Palestina yang disebut menembak tiga warga Israel, termasuk seorang remaja 19 tahun yang meninggal pada Rabu lalu.

Berdasarkan keterangan tentara Israel, pelaku itu kabur setelah melepaskan tembakan ke arah stasiun bus di Tapuah, Nablus. Israel berhasil menangkap pelaku pada Rabu lalu di Desa Silwad, dekat Ramallah.

Merujuk pada data Israel, pelaku teridentifikasi bernama Montasser Shalabi. Ia bukan anggota kelompok militan di Palestina.

Beberapa sumber pejabat Palestina mengatakan, Shalabi memegang dua kewarganegaraan: Palestina dan Amerika Serikat.

Situasi di Tepi Barat memang tak pernah sepi dari konflik sejak Israel menduduki wilayah kekuasaan Palestina itu pada 1967.

Saat ini, ada sekitar 2,8 juta warga Palestina di Tepi Barat. Sementara itu, 475 ribu warga Israel juga tinggal di pemukiman di Tepi Barat yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional. (cnn/ln)