Setelah Normalisasi Diplomatik, Israel dan Bahrain Teken Kerja Sama di Bidang Pertahanan

US Treasury Secretary Steve Mnuchin (C) attends a signing ceremony between the head of the Israeli delegation, National Security Advisor Meir Ben Shabbat (L) and Bahraini Foreign Minister Abdullatif bin Rashid Al-Zayani, in the Bahraini capital Manama, on October 18, 2020. - Israel and Bahrain formalised in Manama a US-brokered agreement they signed at the White House on September 15, officially establishing diplomatic relations. (Photo by RONEN ZVULUN / POOL / AFP)

Manama, ntbnews.com – Israel dan Bahrain telah menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pertahanan, Kamis (3/2/2022). Itu merupakan kesepakatan pertama antara kedua negara sejak mereka melakukan normalisasi diplomatik pada September 2020.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dalam kunjungan resmi pertamanya ke Manama. “Hanya satu tahun setelah penandatanganan perjanjian (damai), kita telah mencapai kesepakatan yang penting, yang akan berkontribusi pada keamanan kedua serta stabilitas kawasan,” ujar Gantz, dikutip laman Al Arabiya.

Menurut Gantz, kerja sama yang telah diteken akan mencakup intelijen serta pengadaan peralatan militer dan pelatihan bersama. Ia menilai, hal tersebut akan membawa relasi kedua negara ke tingkat baru.

Pada 15 September 2020, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani perjanjian normalisasi diplomatik dengan Israel. Hal itu tercapai berkat mediasi dan dukungan AS di bawah kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump. Kesepakatan normalisasi tersebut dikenal dengan nama Abraham Accords.

Selain UEA dan Bahrain, AS pun membantu Israel melakukan normalisasi diplomatik dengan Sudan serta Maroko. Washington menghapus Sudan dari daftar negara pendukung terorisme sebagai aksi timbal balik atas kesediaannya membuka hubungan resmi dengan Tel Aviv. Kemudian terkait Maroko, sebagai balasan, AS mengakui klaim negara tersebut atas wilayah Sahara Barat yang dipersengketakan.

Palestina mengecam kesepakatan damai yang dilakukan empat negara Muslim tersebut. Menurut Palestina, apa yang dilakukan keempat negara terkait merupakan “tikaman” bagi perjuangannya memperoleh kemerdekaan. (*)

Sumber: Israel-Bahrain Teken Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *