Strategi Licik Antek-Antek Israel Bangun Citra Buruk Hamas di Publik Dunia

Strategi Licik Antek-Antek Israel Bangun Citra Buruk Hamas di Publik Dunia

Selasa, 18 Mei 2021 07:05 WIB
Hamas adalah faksi Islam yang dibangun untuk memerangi Zionis yang telah merampas tanah Palestina. (Istimewa)

Jakarta, Ntbnews.com – Koordinator Forum Aktifis 98, Muhammad Ikhyar Velayati, menjelaskan bagaimana Israel dan media sosial (medsos) membingkai Hamas sebagai organisasi teroris.

Menurut Ikhyar, akhir-akhir ini bertebaran isu negatif tentang Hamas (Gerakan Perlawanan Islam Palestina) di berbagai media arus utama nasional bahkan internasional dan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dll).

Isu yang disebar bermacam-acam, misalnya Hamas dituduh teroris, pemimpin Hamas menjual konflik Palestina untuk kepentingan pribadi, serta Hamas menggunakan bantuan internasional untuk memperkaya diri sendiri.

Muara isu tersebut mudah ditebak, yaitu menggiring opini publik nasional dan internasional bahwa Hamas tidak serius berjuang membela rakyat Palestina.

Di sisi lain, kampanye tersebut menyelipkan pesan bahwa Israel berhak menyerang Palestina/Hamas untuk mempertahankan diri.

Kampanye negatif ini dilakukan secara sistimatis, masif, terstruktur dan terencana dengan dukungan logistik yang tidak terbatas.

Strategi penguasaan, penggiringan dan mobilisasi opini di media arut utama serta kontrol medsos dalam perang Palestina-Israel bertujuan untuk memenangkan hati dan pikiran publik internasional atau lazim dikenal dengan Psychologycal Operations (PsyOps).

Apabila hati dan pikiran masyarakat sudah dimenangkan, maka tidak akan ada kesulitan di daerah operasi tempur. Strategi yang mengacu pada teori Sun Tzu inilah yang dilakukan Israel saat ini.

Jika Israel berhasil dalam perang opini (psychologycal operations), maka Palestina/Hamas dipastikan akan kehilangan dukungan politik serta logistik dari simpatisan internasional. Situasi ini seperti ikan yang terpisah dari airnya.

Penggiringan opini negatif tersebut juga didesain untuk melumpuhkan dan mengisolasi Hamas dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Palestina, sekaligus memutus mata rantai dukungan nasional dan internasional terhadap perjuangan Palestina.

Kata dia, jika mau jujur, saat ini kekuatan riil yang mempunyai keberanian, ideologi, moral, serta kekuatan senjata dan logistik melawan Israel hanya Hamas.

“Kekuatan lainnya termoderasi bahkan ada yang terbeli,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut dia, kepada kaum pro demokrasi baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya khususnya di Palestina, jangan kekanak-kanakan dengan memusuhi dan mengisolasi Hamas, apalagi ikut terseret dalam arus opini negatif yang dibangun Israel.

Israel berharap Hamas menjadi musuh bersama sehingga hanya faksi moderat dan antek-anteknya yang mewakili Palestina dalam setiap perundingan maupun diplomasi agar bisa disetir dan didikte sesuai kepentingan politik-ekonomi Israel.

Jika gerakan pro demokrasi di dunia khususnya di Indonesia ikut menyebarkan apalagi mendukung opini yang dibangun Israel, maka sama saja menyerahkan jutaan nyawa rakyat Palestina di moncong senapan Israel serta menyerahkan mekanisme demokrasi ke tangan rezim Zionis anti-demokrasi. (arn/ln)