Terpilih sebagai Presidium Forhati, Nur Susilawati Dorong Penyusunan Perda Perempuan

Terpilih sebagai Presidium Forhati, Nur Susilawati Dorong Penyusunan Perda Perempuan

Rabu, 2 Juni 2021 09:06 WIB
Presidium Forhati Kabupaten Bima periode 2021-2026, Nur Susilawati. (Istimewa)

Bima, Ntbnews.com – Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, Nur Susilawati, terpilih sebagai Presidium Forum Alumni Kohati (Forhati) Kabupaten Bima dalam Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni HMI (KAHMI) yang dilaksanakan di PLTU Kota Bima pada 29 Mei 2021.

Sila mengaku optimistis dapat menjadikan Forhati Kabupaten Bima sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar-alumni Kohati serta sebagai sentrum untuk meningkatkan dan mengembangkan intelektual, kreativitas dan inovasi perempuan Kabupaten Bima.

“Tentunya untuk kemajuan Indonesia, khususnya Kabupaten Bima,” jelas Sila kepada Ntb News, Selasa (1/6/2021).

Dalam waktu dekat, ia akan duduk bersama dengan seluruh pengurus Forhati kabupaten Bima untuk merumuskan program dan langkah-langkah strategis organisasi yang dipimpinnya.

“Program kami tentunya bersahabat dengan perempuan. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kualitas perempuan dari segi agama,” katanya.

Berkaca dari program Forhati di sejumlah daerah, Sila mengaku akan merancang desa bebas narkoba. Desa tersebut akan dijadikan sebagai desa binaan Forhati Kabupaten Bima.

“Penggeraknya nanti adalah kawan-kawan Kohati dan Forhati. Kita juga akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bima,” jelasnya.

Selain menyusun program yang bersifat teknis, Forhati juga akan mendorong DPRD Kabupaten Bima untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang memberi perhatian khusus terhadap perempuan.

Dia menjelaskan, dalam beberapa periode DPRD Kabupaten Bima, belum ada satu pun Perda terkait perempuan.

“Bukan berarti perempuan Kabupaten Bima perlu penanganan khusus. Tapi kami perlu perlakuan khusus,” tegasnya.

Ia pun akan membangun komunikasi dan silaturrahmi dengan DPRD Kabupaten Bima. Sebelum itu, Sila akan menggalang dukungan dan masukan dari berbagai organisasi perempuan di daerah tersebut.

“Kita lihat perkembangan di Bima akhir-akhir ini. Moralitas masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, turun drastis. Pemerkosaan dan anak yang ditelantarkan marak terjadi,” bebernya.

Bersama pengurus Forhati, Sila akan berusaha mengawal pelaksanaan program-program pemerintah, terutama dalam penanganan masalah perempuan di Kabupaten Bima.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota Forhati Kabupaten Bima untuk bekerja sama agar organisasi tersebut dapat menjadi wadah favorit bagi perempuan muslimah.

“Dukungan dan sinergitas dari seluruh anggota Forhati sangat dibutuhkan,” harap Sila. (*)

Penulis: Nur Hasanah

Editor: Ufqil Mubin