Warga Alami Trauma Berat setelah Ratusan Sapi Mereka Terbawa Banjir

Warga Alami Trauma Berat setelah Ratusan Sapi Mereka Terbawa Banjir

banner-single
Rabu, 7 April 2021 08:04 WIB
Rohana bersama anaknya yang terbaring karena trauma dan kelelahan karena banjir. (Ntb News/Nur Hasanah)

Bima, Ntbnews.com – Banjir bandang yang menimpa Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima menimbulkan trauma mendalam bagi korban bencana alam tersebut.

Umumnya, korban banjir yang mengalami trauma berasal dari bagian timur Desa Sie. Mereka tinggal di dekat sungai.

Warga yang berprofesi sebagai peternak sapi juga mengalami trauma berat. Banjir bandang beberapa hari lalu mengakibatkan ratusan sapi hilang karena terbawa arus banjir.

“Sampai sekarang warga masih trauma. Banyak sapi mereka yang hilang. Sampai mereka enggak bisa tidur siang dan malam,” ungkap tokoh masyarakat Desa Sie, Abdul Malik, Selasa (6/4/2021).

Seorang warga Desa Sie, Rostina mengaku mengalami trauma berat setelah banjir melanda desa tersebut. Salah satu penyebabnya, sapi milik anaknya hilang.

“Sebelum banjir sapi sudah dibawa ke rumah. Ada kabar dam jebol. Akhirnya sapi dipulangkan ke kandang. Kami bawa ke rumah. Tapi akhirnya sekarang hilang,” ungkapnya.

Rohana juga mengalami trauma dan pingsan. Ia mengaku lelah setelah mengurus sejumlah sapi yang terendam dan terbawa arus banjir.

“Saya tiba-tiba pingsan. Sakit lutut pada saat banjir kemarin. Saya kaget lihat banjir yang besar. Banjir masuk ke seluruh rumah saya,” jelas dia.

“Semua perabotan terbawa banjir Beras, padi dan tanaman kacang panjang saya semuanya terbawa banjir karena banjir di sini kemarin sekitar sedada saya,” bebernya.

Anak Rohana yang bernama Ahmad Fatahullah juga merasa lelah hingga trauma setelah menjaga sapi di tengah terjangan banjir. Di sisi lain, Fatahullah pun harus mencari makanan sapi dan membersihkan rumah.

“Kemarin sore dia merasakan panas dingin. Lalu dia tiba-tiba jatuh, keringatnya bercucuran, dan mukanya pucat,” sebutnya.

Saat ini Fatahullah terbaring lemas karena ia kekurangan darah. Musababnya, beberapa hari terakhir ia begadang untuk menjaga sejumlah sapi miliknya.

“Saya merasakan demam tinggi, kekurangan darah serta cairan. Trauma pasti ada karena kemarin banjirnya besar,” ungkap Fatahullah. (*)

Penulis: Nur Hasanah

Editor: Ahmad Yasin