Stok Menipis karena Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Rawit Capai Rp 100 Ribu Per Kilogram

Stok Menipis karena Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Rawit Capai Rp 100 Ribu Per Kilogram

banner-single
Kamis, 18 Maret 2021 13:03 WIB

Bima, Ntbnews.com – Menjelang bulan suci Ramadan, harga cabai rawit terus melonjak dalam beberapa hari terakhir. Hal itu terjadi karena menipisnya stok cabai dari para petani.

Di Pasar Raya Amahami Kota Bima, harga cabai merah mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 100 ribu per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga komoditi pertanian bernama latin Capsicum frutescens ini dibanderol Rp 80 ribu per kg.

“Yang pertama Rp 60 ribu. Kemudian naik lagi Rp 80 ribu,” ungkap seorang pedagang di Pasar Raya Amahami, Yanto, yang ditemui media ini pada Kamis (18/3/2021).

Dia mengaku, kenaikan harga cabai rawit merah dipicu oleh kekurangan stok dari para petani. Tak ayal, pria 38 tahun tersebut harus ke beberapa petani untuk mendapatkan cabai.

“Saya turun sendiri ke petani, karena harus rebutan barang dengan para tengkulak yang juga berusaha untuk memenuhi orderan luar daerah seperti Bali dan Jawa. Sekarang Bali Rp 107 ribu per kg,” jelasnya.

Yanto menambahkan, curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir juga mempengaruhi harga cabai.

Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, ia memprediksi harga cabai akan terus naik mendekati bulan suci Ramadan. Meski demikian, dia berharap tahun ini harga cabai tak lagi naik.

“Kalau tahun lalu, harganya bisa mencapai Rp 120 ribu per kg,” beber Yanto.

Normalnya, harga cabai di kisaran Rp 30 ribu per kg. Kini harganya kian melonjak tajam.

Kendati demikian, kondisi ini tidak serta-merta mempengaruhi omzetnya.

“Alhamdulillah tidak berpengaruh pada penurunan omzet,” tutupnya. (*)

Penulis: Ikbal

Editor: Ahmad Yasin