Penyebab Hujan Lebat dan Banjir, Siklon Tropis Seroja Masih Hantui NTB

Penyebab Hujan Lebat dan Banjir, Siklon Tropis Seroja Masih Hantui NTB

Rabu, 7 April 2021 07:04 WIB
Ilustrasi

Jakarta, Ntbnews.com – Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Agie Wandala mengatakan, saat Siklon Tropis Seroja bergerak menjauhi wilayah Indonesia, pergerakan ekornya bisa berdampak ke sebagian wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

“Kewaspadaannya perlu dilanjutkan dalam 24 jam atau dua hari ke depan baik di Bali atau pun Nusa Tenggara Barat,” katanya di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

“Yang perlu waspada khususnya NTB di wilayah Sumbawa dan kemungkinan juga Lombok,” kata Agie.

Berdasarkan hasil analisis pada pukul 07.00 WIB, Agie menjelaskan, Siklon Tropis Seroja bergerak menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan meningkat dari enam knot menjadi delapan knot.

Saat memasuki wilayah perairan yang lebih dalam, menurut dia, Siklon Tropis Seroja menjadi semakin kuat karena mendapat energi yang lebih besar.

Siklon Tropis Seroja diperkirakan masih mempengaruhi kondisi cuaca di sebagian wilayah Indonesia dalam empat hingga lima ke depan. 

Agie menjelaskan, Siklon Tropis Seroja atau Bibit 99S inilah yang menjadi penyebab cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi di wilayah NTT saat ini.

Ia mengungkapkan, saat ini hanya Siklon Tropis Seroja yang memiliki dampak langsung.

“Sementara bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia hanya memberikan dampak tidak langsung,” ujarnya.

Dia mengatakan, kini Siklon Tropis Seroja di wilayah NTT masih dalam kondisi siaga darurat.

Pada Selasa kemarin, BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sebagian wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, dan Dompu.

Selain itu, menurut BMKG, gelombang dengan tinggi dua meter atau lebih berpotensi muncul di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Perairan Utara Sumbawa, Samudra Hindia selatan NTB, dan Selat Sape bagian selatan.

Sementara wilayah Nusa Tenggara Timur, menurut prakiraan BMKG, akan lebih kering, curah hujannya turun, namun anginnya masih cukup kencang setelah siklon menjauh. (ant/kmp/lb)