Daerah  

Resmi dikukuhkan, Ketum PW FOKAL IMM NTB Terpilih : Alumni IMM Harus Ambil Peran di Tahun Politik.

Foto: ketua Umum Pimpinan Pusat FOKAL IMM Prof, Dr. Ma’mun Murad Al Barbasy, S.Sos.,M.Si. Melantik Pengurus Fokal IMM NTB.

Kota Mataram, NTBNEWS.COM- Pimpinan Wilayah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PW FOKAL IMM NTB) hari ini resmi dikukuhkan. Jumat, (15/12/2023)

Pengukuhan yang digelar di Fave Hotel tersebut mengusung tema diaspora ikatan, untuk Muhammadiyah yang mencerahkan dan memajukan.

Ketua FOKAL IMM NTB terpilih Dr Syafril, M.Pd. Menyampaikan bahwa fokus alumni IMM NTB kedepan bukan hanya menjadi akademisi. Lebih lanjut, ia sampaikan bahwa alumni IMM harus berdiaspora mengisi ruang-ruang publik.

“Harus ada alumni IMM yang menjadi pengusaha, birokrat, bahkan politisi, jadi jangan hanya berkutat jadi akademisi semata.” Ujar Syafril, yang juga menjabat sebagai Sekretaris 1 Rektor UMMAT tersebut.

Dia juga mengingatkan bahwa di tahun politik sekarang, alumni IMM harus berani mengambil sikap maupun peran, dalam menempatkan pilihan posisi politiknya.

“Bagi alumni yang mau jadi tim sukses ya jalani proses itu dengan benar, bagi alumni IMM yang sudah maju sebagai caleg, ya bertarung sampai akhir, tetap fokus pada tujuan, yakni demi kemaslahatan, kalau sudah basah ya nyebur saja, biar basah sekalian jangan setengah-setengah.” Tegas Syafril sapaan akrabnya.

Dilain sisi, ketua Umum Pimpinan Pusat FOKAL IMM Prof, Dr. Ma’mun Murad Al Barbasy, S.Sos.,M.Si. Menceritakan tentang peran alumni IMM untuk bisa bersaing dalam kancah politik nasional.

Ia paparkan bahwa saat ini PP FOKAL IMM sedang berusaha membangun kesadaran alumni tentang pentingnya mengisi ruang publik di negara ini. Menurutnya hal itu bisa dilakukan apabila dikerjakan secara bersama-sama.

Tetapi Ma’mun sapaan akrab Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta ini juga mengingatkan bahwa upaya tersebut bisa terlaksana jika pada diri alumni IMM ada rasa kecintaan terhadap IMM.

“FOKAL IMM ini sebagai organisasi yang menghimpun alumni IMM harus mampu menanamkan rasa kecintaan terhadap IMM, sehingga ketika jadi orang hebat, tidak menjadi hebat karena jadi dengan sendirinya, tapi karena IMM.” Tegas Ma’mun yang merupakan guru besar ke-283 di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *