Proyek Penggalian Embun Wora Dinilai Rugikan Petani Puluhan Juta

Proyek Penggalian Embun Wora Dinilai Rugikan Petani Puluhan Juta

Jumat, 20 Agustus 2021 17:08 WIB

Bima, ntbnews.com – Ketidakjelasan pembangunan DAM Wora, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, yang sudah hampir satu bulan menuai kecaman dari masyarakat beserta para pemuda Desa Wora.

Pasalnya, pembangunan DAM tersebut dinilai sewenang-wenang karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu oleh pihak pengelola proyek kepada Pemerintah Desa Wora maupun masyarakat Desa Wora yang mempunyai lahan pertanian di areal proyek tersebut.

Warga Desa Wora, Defi Sofian mengatakan, tidak adanya pemberitahuan tersebut direspons sebagian petani Desa Wora dengan melayangkan kecaman. Sebab, mereka mengaku mengalami kerugian puluhan juta karena penggalian dan pengurasan embun tersebut.

“Seharusnya ada pemberitahuan dan musyawarah bersama pemilik wilayah terlebih dahulu bahwa di area tersebut akan ada pengalian ataupun pembanguan embun,” tegasnya, Jumat (20/8/2021).

Tak adanya sosialisasi dari para penanggung jawab proyek juga dinilainya telah melanggar UU Keterbukaan Informasi. Pasalnya, tidak ada sosialisasi atas keberadaan penggalian embun.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa Wora pun tidak tahu soal pembangunan dan tindakan pengeringan air untuk lahan pertanian tersebut.

Seharusnya, kata dia, pemerintah malakukan musyawarah terlebih dahulu bersama masyarakat, pemerintah, dan pemuda Desa Wora.

Berdasarkan informasi yang didapatkan media ini dari pemuda dan Sekertaris Desa Wora, tidak ada informasi dan pemberitahuan dari penanggung jawab proyek kepada kepala desa dan pemilik lahan.

“Saya juga baru tahu keberadaan proyek tersebut,” ujarnya.

Pemuda Wora, Alfian, berharap pemerintah desa segera menyelesaikan persoalan ini, serta memberikan kejelasan terkait status proyek tersebut kepada para petani.

Ia menyebutkan, saat ini para petani sudah memasuki musim panen. Artinya, air dari embun tersebut sangat dibutuhkan oleh para petani.

“Apalagi saat ini musim panen bagi para petani, yang tentunya membutuhkan air dari embun tersebut,” harapnya. (*)

Penulis: Rizki Ananda