Pemda Butuh Rp 4 Miliar untuk Bangun Perumahan Korban Kebakaran di Desa Naru Barat

Pemda Butuh Rp 4 Miliar untuk Bangun Perumahan Korban Kebakaran di Desa Naru Barat

Senin, 18 Oktober 2021 07:10 WIB

Bima, ntbnews.com – Hingga hari ketujuh tahapan tanggap darurat bencana kebakaran yang terjadi di Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Tim Terpadu dan Posko Induk di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pendataan kerugian.

Selain itu, BPBD Kabupaten Bima juga mendata persiapan pembangunan hunian untuk pengungsi dengan membangun kerja sama dengan pemerintah provinsi, pusat dan masyarakat atau para donatur.

Kepala BPBD Kabupaten Bima, Muhammad Chandra Kusuma mengatakan, perkiraan kerugian perumahan warga mencapai Rp 2,1 miliar, sedangkan perkiraan nilai kerugian harta benda mencapai Rp 462,4 juta.

“Dan total kebutuhan anggaran untuk pembangunan rumah sebesar Rp 4,095 miliar,” beber Candra kepada ntbnews.com, Minggu (17/10/2021).

Dia menyebutkan, posko induk mencatat sekitar 72 penyumbang/donatur tunai, baik perorangan maupun organisasi dengan total pemasukan senilai Rp 503,504 juta.

“Demikian halnya donatur yang berpartisipasi, posko induk mencatat, terdapat 311 donatur yang berpartisipasi, baik organisasi maupun perseorangan,” terangnya.

Dia menyebutkan, berkaitan dengan upaya tanggap darurat, Tim dan Posko Induk telah melakukan penerimaan, pendataan dan pendistribusi dan logistik serta peralatan-peralatan lainnya.

“Selain itu juga, melakukan pengamanan dan pembersihan lokasi kebakaran,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kegiatan lain yang dilakukan adalah membangun tenda pengungsian, pelayanan kesehatan, trauma healing dan bimbingan rohani serta pelaksanaan dapur umum.

Kata dia, tanggap darurat bencana ini melibatkan 21 instansi dan lembaga terbaik dari kalangan ASN,TNI, Polri, BUMN, BUMD beserta mahasiswa dengan melibatkan 141 personel.

“Sampai saat ini, posko tanggap darurat juga telah mendistribusikan puluhan ribu paket makanan, pangan, peralatan kesehatan, perangkat kebersihan, papan berupa bantal, terpal, selimut, matras, tenda, alat kelistrikan, seragam sekolah, alat tulis dan pompa air,” jelas Chandra.

Ada pula pakaian, perlengkapan dapur kepustakaan/pendidikan dan perlengkapan ibadah.

“Dengan besarnya kepedulian dan dukungan dari semua pihak, kami mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya,” tutup Chandra. (*)

Penulis: Arif Sofyandi