Dinas Kelautan Bantah Terima Proposal untuk Pembangunan Kolam Lele di Bre

Dinas Kelautan Bantah Terima Proposal untuk Pembangunan Kolam Lele di Bre

Sabtu, 29 Mei 2021 07:05 WIB
PPK Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Sumiyati. (Istimewa)

Bima, Ntbnews.com – Beberapa waktu lalu warga Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, mempertanyakan program pembagunan kolam lele yang diduga kuat fiktif.

Warga menuding ada permainan anggaran negara demi kepentingan kelompok dan golongan. Sehingga hal ini dianggap masuk dalam kategori tindakan melanggar hukum, lantaran menggunakan uang negara tanpa ada bukti yang jelas.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Nurma menjelaskan, dinas lebih jeli dalam melakukan proses verifikasi kelompok penerima program pembangunan kolam lele, termasuk yang berada di Bre.

“Saya tidak ada waktu untuk menjawab dan akan memerintah bagian PPK untuk menjawab terkait proposal yang diajukan oleh kelompok program lele tersebut,” beber Nurma kepada Ntb News baru-baru ini.

PPK Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Sumiyati membenarkan pihaknya belum menerima proposal kelompok dari Bre.

“Bahkan tidak ada yang membawa proposal tersebut,” ungkap Sumiyati.

Baca juga: Dinilai Tak Terbuka, Warga Pertanyakan Pengelolaan Kolam Lele di Desa Bre

Ia menambahkan, kalau ada proposal masuk, tentu akan ada verifikasi. Jika proposalnya tidak benar, maka kelompok itu tak bisa mendapatkan bantuan dalam program tersebut.

“Apalagi kalau ada dugaan fiktif seperti itu, berarti ada proses verifikasi yang tidak benar yang dilakukan oleh pihak dinas,” terangnya.

“Akan kami pelajari dan kalau benar terjadi, kami akan meminta agar pemerintah daerah memberhentikan dulu pekerjaan pembangunan kolam lele itu,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima proposal kelompok dari Bre, bahkan tak ada yang membawa proposal ke dinas tersebut.

“Berkaitan dengan nama kelompok atau ketua kelompok usaha program lele yang diajukan oleh Kepala Desa Bre tersebut tidak ada pada kami,” ungkap Sumiyati.

Kata dia, data proposal kelompok Nggali Nggawa yang diketuai Hanafi, usaha program lele di Bre, tak ada dalam ruangannya.

“Kalau nanti benar-benar terbukti fiktif, berarti ada proses verifikasi yang tidak benar di dalamnya,” tutup Sumiyati. (*)

Penulis: Arif Sofyandi

Editor: Ufqil Mubin