Pasien Covid-19 Hadapi Keterbatasan Oksigen, Ini Kata Kepala RSUD Kota Bima

Pasien Covid-19 Hadapi Keterbatasan Oksigen, Ini Kata Kepala RSUD Kota Bima

Rabu, 28 Juli 2021 10:07 WIB

Kota Bima, ntbnews.com – Setiap hari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bima terus bertambah. Namun, ketersediaan oksigen belum dapat memenuhi kebutuhan oksigen sejumlah pasien.

Pasien-pasien Covid-19 yang mencari oksigen tak hanya mereka yang dirawat di rumah sakit, tetapi juga para pasien yang melakukan perawatan dan isolasi mandiri di rumah.

Sementara di RSUD Bima dan Kota Bima mengalami kekurangan pasokan oksigen. Jika osigen tersedia, jumlahnya tak dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit pelat merah tersebut.

Kepala RSUD Kota Bima, Agus Dwi Piton menyebutkan, saat ini pihaknya hanya memiliki tabung oksigen sebanyak 14 unit.

“Sedangkan oksigen kita sekarang masih kosong,” beber dia, Selasa (27/7/2021).

Ia menjelaskan, sejatinya setiap hari RSUD Kota Bima membutuhkan tabung yang disertai oksigen sebanyak 60 unit.

Dalam jangka pendek, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi kelangkaan oksigen tersebut.

“Pertama dengan membeli oksigen pada distributor lain yaitu UD Fani, karena stok di Ulet Jaya sudah habis, meskipun telah mengikat kerja sama pendistribusian,” jelas Agus.

Dia menjelaskan, langkah-langkah ini sudah diambil oleh rumah sakit, namun membengkaknya oksigen yang dibutuhkan masyarakat mengakibatkan kuotanya kian terbatas.

Sementara permintaan oksigen dari Kota Mataram dua pekan lalu belum kunjung dikirim ke RSUD Kota Bima.

Dalam rangka mengantisipasi keterlambatan kedatangan oksigen tersebut, pihaknya merekomendasikan pasien untuk dirawat di rumah sakit lain yang masih memiliki ketersediaan oksigen.

“Sehingga mendapat perawatan intensif,” ucap Agus.

Dia menambahkan, upaya pertolongan pada pasien tetap dilakukan secara maksimal sebagai langkah penyelamatan.

“Sampai sekarang kami masih tetap berkoordinasi dengan pihak rumah sakit lain sebagai langkah pertolongan dan penyelematan,” tutup Agus. (*)

Penulis: Arif Sofyandi