Narkoba Masuk Pelosok, Generasi Muda dalam Ancaman

Narkoba Masuk Pelosok, Generasi Muda dalam Ancaman

fc5969c4-da31-4d95-a0b7-014752da59ef
Rabu, 10 Februari 2021 22:02 WIB

Bima, Ntbnews.com – Narkoba telah “menghancurkan” masa depan generasi muda di sejumlah desa/kelurahan di Kabupaten Bima dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada Rabu (10/2/2021), media ini menemui seseorang yang pernah kecanduan narkoba di salah satu desa di Kabupaten Bima. Ia berinisial AM. Usianya 24 tahun

Dia mengaku pertama kali mengenal narkotika jenis ganja ketika duduk di SMA kelas dua. Barang haram tersebut diperkenalkan teman sekolahnya.

Perkenalan itu membawanya pada “kehidupan gelap”. Setelah berkali-kali memakai ganja di sekolah, ia pun kecanduan. Dia tak lagi lepas dari pengaruh obat tersebut.

“Ketika sudah kecanduan dan tidak bisa lepas dari obat tersebut, saya mencari dan bertemu sendiri dengan bosnya dan melihat langsung transaksi jual beli tersebut,” terangnya.

AM mendapatkan ganja dari seorang penjual yang tak jauh dari kampungnya. “Saya dapatkan pada bos yang jual tidak jauh dari desa saya,” bebernya.

*

Bulan lalu, Polres Bima Kota menangkap empat orang pengedar narkoba di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Dari tangan mereka, polisi mengamankan 16 poket narkoba.

Dari Januari hingga November 2020, Polres Bima Kota mengungkap 24 kasus narkoba. Dari jumlah itu, kepolisian telah menetapkan 28 orang tersangka.

Barang bukti yang berhasil disita dalam kasus tersebut 18,46 gram sabu-sabu dan 290 gram daun ganja kering.

Bila dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus narkoba pada 2020 turun. Hingga Desember 2019, Polres Bima Kota mengungkap 34 kasus dan menetapkan 40 orang tersangka.

Data pasien yang direhablitasi sejak tahun 2017 hingga akhir 2019 terus meningkat. Pada 2017 ada 44 orang yang direhablitasi dan 16 orang di antaranya pulih.

Sementara tahun 2018 sebanyak 79 orang dan 22 orang di antaranya pulih. Kemudian tahun 2019 ada sebanyak 71 orang yang masih direhabilitasi.

Karena itu, Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Bima mengungkapkan, narkoba telah menyebar sampai ke pelosok kabupaten tersebut.

Ketua GANN Kabupaten Bima, Ahmad mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait penggunaan, dampak, penanggulangan dan peredaran narkoba di 18 kecamatan se-Kabupaten Bima.

“Kami bekerja di 191 desa dan menyisir juga sekolah-sekolah yang dapat dijangkau untuk melakukan sosialisasi,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Yasin menjelaskan, pihaknya akan pengusulkan penambahan anggaran untuk GANN.

“Kami akan berusaha menambah anggaran GANN dan melakukan komunikasi dan konfirmasi dengan pihak BPKAD Kabupaten Bima,” ujarnya. (*)

Penulis: Arif Sofyandi

Editor: Ahmad Yasin Maestro