Nakes di Kota Bima Mogok Kerja, Ketua DPRD: Tindak Aktornya dan Copot Semua Kepala Puskesmas

Nakes di Kota Bima Mogok Kerja, Ketua DPRD: Tindak Aktornya dan Copot Semua Kepala Puskesmas

fc5969c4-da31-4d95-a0b7-014752da59ef
Minggu, 7 Februari 2021 07:02 WIB
Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan. (Arif/NTB NEWS)

Bima, Ntbnews.com – Kota Bima sedang dilanda isu kurang sedap. Tenaga kesehatan (nakes) mogok kerja. Kabarnya, aksi para nakes itu atas dorongan “aktor” tertentu.

Padahal Kota Bima sedang menghadapi masalah pelik: pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda serta penambahan kasus yang menempatkan daerah tersebut sebagai wilayah yang berpotensi menjadi zona merah penyebaran virus corona.

Atas dasar itu, Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan mendesak Wali Kota Bima M. Lutfi agar mencopot semua kepala Puskesmas yang bekerja di seluruh wilayah kerja Kota Bima.

“Karena tidak mungkin mereka tidak mengetahui aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para nakes,” tegasnya baru-baru ini.

Ia menambahkan, para aktor yang menyebabkan nakes mogok kerja juga harus ditindak secara tegas. Pihaknya telah mengetahui dalangnya.

“Itu dasar kami meminta wali kota Bima mencopot semua kepala Puskesmas dan memberikan sanksi secara tegas kepada para nakes yang melakukan mogok kerja tersebut,” tegasnya.

Alfian menyebutkan, kepala Puskesmas harusnya memberikan pengetahuan yang baik kepada para nakes. Caranya, berkomunikasi dengan kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Daerah (Sekda) dan wali kota Bima.

“Akibat sikap para nakes tersebut, kasihan masyarakat tidak dapat mengaksek (pengobatan untuk) kesehatannya,” terang dia.

Ia berharap tidak ada lagi aksi mogok kerja seperti ini. Karena masih banyak cara lain yang bisa ditempuh untuk mendapatkan solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah nakes.

“Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Mari kita bersikap bijak, serta melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik. Pasti ada solusi,” tutupnya.

Sebelumnya, warga Kota Bima dihebohkan dengan spanduk yang terpasang di sejumlah Puskesmas saat kota tersebut dilanda banjir dan pemerintah tengah mempersiapkan vaksinasi Covid-19 untuk para nakes.

Spanduk tersebut bertuliskan seruan pelayanan Puskesmas untuk sementara ditutup. Nakes mogok dan semua pelayanan kesehatan dialihkan ke Dinkes Kota Bima.

Selain di Puskesmas Paruga, spanduk berisi seruan yang sama dan tidak diketahui siapa yang pemasangnya itu juga terpasang di depan Puskesmas Mpunda, Kumbe, Rasanae Timur, Jatibaru dan Pena Nae.

Pemasangan spanduk itu diduga sebagai buntut dari tunjangan kinerja (tukin) nakes yang terbilang rendah jika dibandingkan tukin pegawai OPD lain di Kota Bima. (*)

Penulis: Arif Sofyandi

Editor: Ahmad Yasin Maestro