Material Bangunan Tak Kunjung Dibayar, Pemuda Tambe Tagih Janji Hutama Karya

Material Bangunan Tak Kunjung Dibayar, Pemuda Tambe Tagih Janji Hutama Karya

Sabtu, 18 September 2021 11:09 WIB

Bima, ntbnews.com – Pemuda Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima menagih janji PT Hutama Karya untuk membayar material yang mereka suplai dalam pembangunan rumah warga di So Lante, Desa Tambe.

Sebelumnya, para pemuda itu memasukkan surat kerja sama dengan PT Hutama Karya. Kemudian surat itu disetujui oleh perusahaan tersebut.

Pemuda Desa Tambe, Raisya Poetra menyebutkan, persetujuan suplai material itu disertai beberapa persyaratan.

“Seperti menggunakan uang sendiri, dan setelah material masuk selama dua minggu, baru pihak Hutama Karya melakukan pembayaran,” beber dia, Jumat (17/9/2021).

Poetra mengatakan, hingga kini masih ada sisa pembayaran material yang belum dibayar oleh PT Hutama Karya.

“Sudah hampir dua bulan lebih kami menunggunya,” tutur Poetra.

Kata dia, meski sebagian biaya material tak kunjung dibayar, perusahaan tersebut terus mendesak pihaknya untuk menyuplai material bangunan.

“Kami utang kepada masyarakat yang memproduksi material,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mengaku telah ditipu oleh Hutama Karya karena perusahaan ini melanggar kesepakatan awal tentang harga material. Hutama Karya mengurangi harga tanpa sepengetahuan para pemuda tersebut.

“Hari ini pihak Hutama Karya mengurangi harga Rp 50 ribu per truk ke setiap material yang kami suplai, mulai dari pasir, batu dan batu bata,” sesalnya.

Para pemuda yang menyuplai material itu dipaksa untuk menerima harga yang baru mereka tentukan tanpa mengonfirmasi dahulu dengan penyuplai. Padahal mereka tetap memegang kesepakatan awal.

“Kalau tidak menerima tawaran mereka, maka kami dari pemuda tidak dibolehkan lagi untuk menyuplai material di proyek pembangunan rumah relokasi banjir tersebut,” tutup dia.

Sementara itu, hingga berita ini dipublikasi, pihak Hutama Karya yang dikonfirmasi jurnalis ntbnews.com melalui aplikasi perpesanan WhatsApp belum menjawab pertanyaan media ini. (*)

Penulis: Arif Sofyandi