Legislator Ini Minta Masyarakat Memaafkan Gubernur NTB yang Berenang Bareng di Kolam Renang

Legislator Ini Minta Masyarakat Memaafkan Gubernur NTB yang Berenang Bareng di Kolam Renang

banner-single
Rabu, 3 Februari 2021 11:02 WIB
Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Ruslan Turmuzi. (Antara)

Mataram, Ntbnews.com – Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Ruslan Turmuzi meminta polemik tentang aksi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan sejumlah pejabat yang berenang beramai-ramai di sebuah kolam renang disikapi secara proporsional. Apalagi gubernur sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Kan gubernur sudah minta maaf. Ya wajiblah dimaafkan. Artinya gubernur gentleman dan mengakui kekeliruannya. Dan saya rasa ini tidak akan terjadi lagi,” kata Ruslan di Mataram, Selasa (2/2/2021).

Menurut dia, yang terpenting ke depan kasus serupa ini tak perlu lagi terjadi. Sebab saat ini semua pihak tengah berjibaku dan bersinergi bersama dalam menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat di wilayah NTB.

Ruslan mengatakan, dari foto-foto yang beredar dan juga dari penjelasan Zulkieflimansyah, bisa dipahami bahwa kejadian tersebut memang sangat spontan dan tidak direncanakan. Ada kunjungan kerja, dan masyarakat ingin destinasi wisata lokal mereka terekspose ke luar.

Terlepas dari berenang beramai-ramai, ia justru menyatakan salut dengan sikap Gubernur NTB yang sangat low profile dan bersedia menempatkan diri di tengah masyarakat, sekaligus mempromosikan kolam renang alami di Lombok Utara.

“Gubernur berenang di kolam itu untuk menghargai masyarakat yang memang senang dikunjungi pemimpin daerah. Gubernur kan maksudnya baik, ingin mempromosikan destinasi yang belum terekspose,” ucap politisi senior PDI Perjuangan NTB tersebut.

Menurut dia, hal ini berbeda jika misalnya gubernur kedapatan sengaja berkerumun atau mengumpulkan kerumunan di luar tugasnya sebagai kepala daerah.

“Kalau gubernur kongkow-kongkow sama Kepala OPD di sebuah coffee shop tanpa protokol kesehatan, ya pasti kami lebih duluan akan menyemprit beliau. Tapi ini kan konteksnya beda. Gubernur sedang mengunjungi rakyatnya. Terus rakyat persilakan mencoba kolam renang. Kalau karena ini gubernur terus disalahkan, kan bisa merembet masyarakat juga ikut disalahkan. Saya pikir, kritik dan saran boleh saja. Tapi jangan berlebihan,” paparnya.

Ruslan menekankan, daripada sibuk mengungkit dan mengkritisi soal mandi di kolam, lebih baik semua pihak bercermin dan melakukan tindakan yang bisa menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal penerapan protokol kesehatan.

“Banyak yang kritisi karena gubernur enggak pakai masker. Ya di kolam renang mana ada yang pakai masker? Masak mandi pun harus bermasker? Yang mengkritisi juga bercerminlah. Sudah taat belum dengan protokol Covid-19?” tanya dia.

Ia menegaskan, pihaknya tidak dalam posisi membela gubernur. Hanya saja, ia perlu bersuara, agar masalah seperti ini tidak menjadi polemik yang justru kontra produktif bagi pembangunan NTB. Apalagi soal kolam renang ini menjadi trending di media nasional.

“Masih banyak yang harus dilakukan di NTB ini. NTB sedang semangat-semangatnya dengan Mandalika dan rencana MotoGP 2021, dan NTB juga tengah berjibaku melawan pandemi corona,” ujarnya.

Ruslan menekankan, ada cukup banyak program yang sudah mulai nampak hasilnya di era pemerintahan Zul-Rohmi. Harusnya hal ini yang terus didorong untuk menyemangati masyarakat NTB.

“Ada program industrialisasi, zero waste, dan peningkatan ekonomi kerakyatan yang tengah dilakukan gubernur, wagub dan jajaran Pemprov yang sudah menampakkan hasil. Lebih baik ini yang difokuskan bersama,” katanya. (ar/ln)