Bantuan Makanan Terlambat Datang, Korban Banjir Tak Makan sejak Kemarin

Bantuan Makanan Terlambat Datang, Korban Banjir Tak Makan sejak Kemarin

banner-single
Sabtu, 3 April 2021 18:04 WIB
Warga Desa Sakuru membersihkan barang-barang yang berhasil diselamatkan dari banjir. (Nur Hasanah/Ntb News)

Bima, Ntbnews.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat (2/4/2021) siang mengakibatkan banjir bandang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, banjir menggenangi sebagian besar pemukiman warga. Ketinggian air rata-rata mencapai 2 meter.

“Rumah saya kena banjir ketinggiannya sedada saya. Banjir mulai sekitar jam 5 sore. Semua rumah warga di Desa Sakuru terendam banjir, kecuali di RT 3,” kata warga yang bernama Ismail, Sabtu (3/4/2021) siang.

Saat banjir mulai masuk ke pemukiman, warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Kemudian mengamankannya di atas lantai dua rumah mereka.

“Namun ada beberapa barang berharga kami yang tidak bisa diselamatkan,” ungkap warga Sakuru lainnya, Suriadin.

Banjir yang terus meluap ke pemukiman warga hingga pagi tadi memaksa warga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi dan aman.

Suriadin mengaku telah mengungsi sejak semalam ke rumah keluarganya yang tidak terendam banjir.

“Di desa kami tidak disediakan tempat pengungsian. Ada juga yang tetap menginap di atas lantai dua rumah masing-masing,” bebernya.

Warga menyesalkan keterlambatan bantuan dari pemerintah. Pasalnya, sejak banjir menyasar pemukiman warga, mereka tak bisa memasak sehingga mereka mengaku kelaparan.

“Sampai siang ini kami belum mendapatkan bantuan makanan. Tadi malam kami menunggu. Berharap ada yang mengantarkan sekadar mi instan. Tapi tidak ada sama sekali,” tambah dia.

Setelah banjir surut, warga Sakuru membersihkan barang-barang yang mereka selamatkan dari terjangan banjir.

“Kami berharap mudah-mudahan tidak ada banjir susulan lagi,” harap Suriadin. (*)

Penulis: Nur Hasanah

Editor: Ahmad Yasin