Dana Traha Manjakan Pengunjung dengan Keindahan Kota Bima saat Senja

Dana Traha Manjakan Pengunjung dengan Keindahan Kota Bima saat Senja

Sabtu, 19 Juni 2021 18:06 WIB

Kota Bima, Ntbnews.com – Dana Traha merupakan situs makam para raja dan sultan Bima yang berada di Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Makam yang strategis ini berada di atas pengunungan serta jauh dari kebisingan kendaraan. Hal ini membuat tempat ini selalu ramai didatangi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya untuk menikmati senja di tempat tersebut.

Pemuda Kelurahan Dara, Panji Aldino (26), melihat tempat tersebut sebagai peluang untuk berwirausaha, lantaran lokasinya yang cukup strategis.

Dulu, Panji merupakan karyawan di sebuah kantor notaris. Ia memutuskan kembali dari tanah rantauan karena ingin dekat dengan sang ibu. Gaji yang cukup serta kondusifitas di lingkungan kerja tidak membuatnya nyaman.

Kesuksesan berawal dari suatu kegilaan. Mungkin itu adalah suatu pepatah yang menggambarkan keputusan Panji. Pasalnya, berwirausaha merupakan sesuatu yang baru dalam kehidupannya.

“Saya memberanikan diri terjun di dunia usaha karena memang ada beberapa faktor yang mendorong,” ungkap Panji, Jumat (18/6/2021).

Dalam setiap interaksi sosialnya, Panji mengaku tidak jauh dari kopi. Karena dengan kopi ia merasa mendapat banyak teman dan ilmu. Untuk itu, dia memilih kopi sebagai komoditas utama di kedainya.

“Karena kebetulan saya sangat suka dengan kopi. Lewat kopi saya bisa dapat banyak teman dan ilmu. Dan saya juga ingin membantu mempromosikan kopi lokal untuk dipasarkan dan dikenalkan kepada teman-teman di luar daerah kita atau bahkan luar negeri,” ucapnya.

Memulai usaha di tengah masa pandemi Covid-19 merupakan tantangan dalam berwirausaha, lantaran banyak usaha yang tidak bertahan lama. Namun ia tidak begitu khawatir. Dengan pengetahuan tentang kopi dan relasi yang dimilikinya, usaha yang dirintis pada Maret 2021 tersebut selalu jadi destinasi para penikmat kopi.

Salah satunya Muhammad Fahri (28). Menurutnya, kopi racikan Panji memiliki aroma yang khas serta cita rasa yang pas. Hal ini yang membedakan kopi di kedai Zero Cofee dengan kopi racikan di kedai-kedai lain yang pernah dinikmatinya.

“Kopi racikan di tempat ini sangat pas dan aromonya berbeda dengan kopi lain,” ucapnya.

Di samping itu, di Zero Cofee, ia juga bisa menikmati indahnya Kota Tepian Air di ketinggian pada sore dan malam hari serta jauh dari kebisingan kendaraan.

“Ngopi di sini di sela-sela kesibukan. Selain itu, saya dapat melihat keindahan Kota Bima dari atas bukit. Maka dari itu saya memilih tempat ini untuk menikmati udara segar dan melepas lelah,” kata Fahri. (*)

Penulis: Akbar

Editor: Ufqil Mubin