Diduga Meninggal karena Keracunan, Jenazah Buruh Tani Terbujur Kaku di Pelabuhan Sape

Diduga Meninggal karena Keracunan, Jenazah Buruh Tani Terbujur Kaku di Pelabuhan Sape

Kamis, 20 Mei 2021 13:05 WIB
Pihak kepolisian dan warga mengevakuasi jenazah seorang buruh tani yang berasal dari NTT. (Istimewa)

Kota Bima, Ntbnews.com – Jenazah seorang pria dengan kondisi tubuh terbujur kaku ditemukan di ruang tunggu Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Selasa (18/5/2021).

Dari identitasnya, korban diketahui bernama Dominggus Dara Bali (25). Pria tersebut berasal dari Desa Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Humas Polres Bima Kota, Jufrin menjelaskan, sebelumnya korban menempuh perjalanan dari Kecamatan Calabai, Kabupaten Dompu, menuju kampung halaman bersama rakan-rekannya.

“Dalam perjalanan, dia mengeluh sakit perut, sakit kepala, dan diare. Kemudian korban tersebut muntah-muntah,” ugkap Jufrin, Kamis (20/5/2021).

Kata dia, korban terbaring di kursi ruang tunggu Pelabuhan Sape sambil menunggu keberangkatan kapal.

“Sekitar pukul 03.00 Wita, korban meninggal dunia,” terang Jufrin.

Dia mengatakan, korban dan ketiga temannya, Petrus Rangga Mena, Markus Muda Kendo, dan Yossep Yenggo, merupakan buruh tani di Kabupaten Dompu.

“Mereka bekerja sebagai buruh tani jagung di Kabupaten Dompu,” beber Jufrin.

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekan-rekan korban dan yang lainnya, korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu. Lantaran diduga mengalami keracunan makanan.

“Setelah sembuh, mereka ingin pulang melalui penyeberangan Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo,” terangnya.

Sebelumnya, pihak Kesatuan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Sape melakukan koordinasi dengan KKP, Puskesmas serta Kepolisian Sektor (Polsek) Sape untuk mengevakuasi jenazah ke Puskesmas terdekat.   

Akhirnya korban dibawa ke Puskesmas Sape menggunakan ambulans.

Pihak keluarga dan rekan-rekan korban meminta kepada otoritas setempat agar jenazah korban dapat dipulangkan ke kampung halamannya.

“Jenazah diberangkatkan ke kampung halaman melalui Dermaga Karumbu. Dan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi serta menerima dengan ikhlas kejadian tersebut,” tutup Jufrin. (*)

Penulis: Arif Sofyandi

Editor: Ikbal Hidayat