Jelang Ramadan, Bawang Putih dan Cabai Merah Dijual dengan Harga Selangit

Jelang Ramadan, Bawang Putih dan Cabai Merah Dijual dengan Harga Selangit

Rabu, 24 Maret 2021 23:03 WIB

Bima, Ntnews.com – Menjelang bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, bawang merah dijual bervariasi di Kabupaten Bima. Hal itu berdasarkan pantauan media ini pada Rabu (24/3/2021) siang.

Bawang merah dijual Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram (kg). Perbedaan harga disebabkan ukuran besar atau kecil dari varietas Allium cepa tersebut.

Seorang pedagang bawang di Pasar Tente, Nahru mengaku membeli bawang merah dari gudang seharga Rp 10 ribu per kg.

“Sekarang harga bawang stabil, karena sebelum ada kenaikan. Harganya berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu per kg,” ungkapnya.

Sementara itu, bawang putih dijual dengan harga Rp 40 ribu per kg. Kata dia, harganya meningkat drastis. Sebelumnya dijual Rp 25 ribu per kg.

“Harga bawang putih mengalami kenaikan disebabkan tidak ada pasokan. Bawang putih naik sudah satu minggu terakhir,” jelasnya.

Nahru mengungkapkan, para penjual eceran di Pasar Tente biasanya mengambil bawang putih dari Kota Bima. Bawang tersebut didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu, dia menjelaskan, cabai merah dijual Rp 120 ribu per kg. Ia membelinya dari petani dengan harga Rp 100 ribu per kg.

“Itu pun tergantung dari bentuk cabai, karena cabai yang paling super kami biasa jual Rp 140 ribu. Kami ambil di petani kadang Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu per kg,” beber perempuan tersebut.

Ia menerangkan, harga bawang putih dan cabai merah mengalami kenaikan karena mendekati bulan suci Ramadan.

“Mungkin orang-orang butuh stok bahan dapur yang banyak untuk menyambut bulan puasa,” katanya.

Pedagang lainnya, Jana mengaku menjual cabai merah Rp 60 ribu per kg. Harganya turun dibandingkan sebelumnya: Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kg.

Setiap hari harga cabai merah tak menentu. Kadang naik. Kadang pula turun. Hal itu bergantung permintaan konsumen.

“Cabai yang kami beli ini terkadang kami dapatkan yang sudah tercampur dengan yang busuk, sehingga kami merasa rugi,” sesalnya.

Jana menjelaskan, meski mendekati bulan suci Ramadan, harga beras turun. Sebelumnya dijual Rp 10 ribu per kg. Kemudian saat ini dibanderol dengan harga Rp 9 ribu per kg.

“Kalau beras yang kualitasnya bagus, kami jual Rp 11 ribu per kg. Biasanya itu beras dari Sumbawa,” bebernya.

Seorang penjualan eceran beras lainnya, Fajrin mengaku menjual beras yang sudah dibersihkan seharga Rp 12 ribu per kg.

“Sedangkan beras yang belum dibersihkan biasa saya jual kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per kg,” ungkap Fajrin. (*)

Penulis: Nur Hasanah

Editor: Ahmad Yasin