Hidroponik di Pekarangan Rumah, Omzet Jutaan Rupiah Setiap Kali Panen

Hidroponik di Pekarangan Rumah, Omzet Jutaan Rupiah Setiap Kali Panen

fc5969c4-da31-4d95-a0b7-014752da59ef
Kamis, 22 April 2021 20:04 WIB

Kota Bima, Ntbnews.com – Pada semester II 2020, penduduk Kota Bima berjumlah 152.941 jiwa. Di Kecamatan Rasanae Barat, jumlah penduduk mencapai 18.614 jiwa. Terbagi dalam 9.521 kepala keluarga.

Dengan jumlah tersebut, hampir tidak ada lahan kosong untuk pertanian di wilayah episentrum Kota Tepian Air tersebut.

Di tengah keterbatasan lahan, seorang warga Ranggo, RT 001, RW 002, Kelurahan Nae memanfaatkan pekarangan sempit rumahnya dengan menanam berbagai macam tanaman sayur seperti selada dan pakcoy menggunakan sistem hidroponik.

Di sela-sela rutinitasnya sebagai PNS di Dinas Perikanan Kabupaten Bima, Saiful (55), satu tahun belakangan ini dinilai sukses berhidroponik meski awalnya ia menuai kegagalan.

Kata dia, berhidroponik adalah suatu hal yang baru baginya. Kendati demikian, plastik UV dan instalasi pipa sistem Deep Flow Technique (DFT) dikerjakannya sendiri.

“Kegiatan berhidroponik baru satu tahun terakhir. Awalnya lihat di YouTube dan sering konsultasi ke teman-teman satu leting waktu kuliah dulu yang lebih dulu mendalami masalah hidroponik,” ungkapnya belum lama ini kepada ntbnews.com.

“Awalnya saya background-nya pertanian. Tapi kaitan dengan hidroponik tidak begitu banyak tahu. Awal yang saya laksanakan malah gagal. Mungkin faktor air yang tidak cocok,” lanjutnya.

Berkat kegigihan, ia kini sudah menemukan formulasi yang tepat untuk PH air dan tingkat kepekatan nutrisi yang dibutuhkan masing-masing tanaman di setiap fase pertumbuhan.

“Untuk air baku, dulu saya pernah pakai air tanah (bor) 779 ppm-nya. Akhirnya saya konsultasi dengan teman yang di Malang. Dia sarankan pakai air pam 160 ppm,” jelasnya.

Kata dia, tanaman selada dan pakcoy bisa dipanen di umur 25 hari. Dengan menggunakan media sebagai sarana pemasaran, per 3 pohon dibandrolnya Rp 10 ribu.

“(Selama) 24 atau 25 hari sudah bisa dipanen. Tergantung umurnya. Kalau umurnya sekitar 24 atau 25 hari, tiga pohon dengan berat 35 gram. Kadang ada yang pesan meski belum cukup umurnya,” ungkap dia.

Hingga kini, ia sudah sembilan kali panen, dengan 400 lubang yang dimilikinya sekarang, bapak satu anak tersebut meraup omzet jutaan rupiah setiap kali panen. Ia pun berencana menambah instalasi hidroponiknya.

“Alhamdulillah banyak sisi positifnya. Dari sisi ekomomi bisa menambah income buat saya. Kemudian menghilangkan kepenatan aktivitas di kantor,” katanya. (*)

Penulis: Ikbal

Editor: Ahmad Yasin