Dua Orang Petugas Dam Pela Parado Meninggal Dunia di Terowongan

Dua Orang Petugas Dam Pela Parado Meninggal Dunia di Terowongan

Jumat, 14 Mei 2021 20:05 WIB
Aparat kepolisian mengawal pemulangan jenazah ke rumah duka. (Istimewa)

Bima, Ntbnews.com – Para petugas yang sedang membersihkan saluran terowongan di Dam Pela Parado ditemukan tewas pada Rabu (12/5/2021) sekitar pukul 23.30 Wita.

Korban yang tewas tersebut berjumlah dua orang. Keduanya diduga tewas akibat kebakaran mesin pompa penyedot air ketika mereka sedang bekerja memperbaiki terowongan saluran air di areal dam.

Diketahui, masing-masing korban bernama Ismail Daulah (56), Penjaga Dam Pela Parado, warga RT 11/RW 07, Desa Pela, Kecamatan Monta; dan Adi Anggrasari (25), warga RT 04/RW 02, Desa Simpasai, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Sementara itu, Kapolsek Monta, Takim menjelaskan, peristiwa tersebut berawal sekitar pukul 18.00 Wita. Ketika itu, kedua korban memperbaiki saluran air yang bocor dengan membawa mesin pompa penyedot air.

“Sekitar pukul 23.00 Wita korban tidak kunjung kembali ke rumah. Akhirnya saudara Syahril Ramadhan (27) yang merupakan anak kandung dari korban Ismail pergi ke terowongan saluran air tersebut untuk mencari korban,” ungkap Takim kepada Ntb News.

Takim melanjutkan, ketika tiba di TKP, Syahril menemukan kedua korban di dalam terowongan. Saat itu, keduanya sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Setelah menemukan kedua korban, Syahril kemudian ke rumah untuk meminta bantuan kepada warga agar melakukan evakuasi korban dan kedua korban langsung dibawa ke Puskesmas Monta dan dinyatakan telah meninggal dunia,” beber Takim.

Kemudian sekitar pukul 01.00 Wita, kedua korban dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans Puskesmas Monta.

“Korban atas nama Adi Anggasari diduga meninggal akibat mengalami luka bakar pada bagian dada dan perut yang diduga disebabkan karena terbakarnya mesin pompa penyedot air yang akan digunakan korban untuk menguras air di dalam terowongan,” terang Takim.

Kata dia, saat ditemukan posisi korban berada di dekat mesin pompa penyedot air. Sementara Ismail Daulah tidak mengalami luka bakar. Namun kuat dugaan korban meninggal dunia akibat tidak bisa bernafas dan kesulitan untuk keluar dari terowongan tersebut karena posisi mesin pompa penyedot air yang terbakar berada di jalan keluar terowongan tersebut.

“Untuk mendalami peristiwa ini, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Takim. (*)

Penulis: Arif Sofyandi

Editor: Ahmad Yasin