Dinas Pariwisata Lombok Barat Terima Kunker Anggota DPRD Sumba Tengah

Dinas Pariwisata Lombok Barat Terima Kunker Anggota DPRD Sumba Tengah

fc5969c4-da31-4d95-a0b7-014752da59ef
Senin, 26 April 2021 19:04 WIB

LOMBOK BARAT, ntbnews.com – Sebanyak 16 anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar).

Kunker tersebut dimaksudkan untuk mengkaji informasi yang bisa dijadikan rujukan untuk membangun pariwisata yang berbasis Desa di Sumba Tengah.

“Selain info tentang membangun pariwisata berbasis desa, kami juga ingin tahu regulasi-regulasi apa yang telah dibuat pemerintah disini (Lobar, red) untuk mendukung kepariwisataan. Karena di Sumba Tengah, jujur saja kami masih minim dengan regulasi yang mendukung kepariwisataan,” ungkap Agus Umbu Sorong, Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumba Tengah, Senin (26/4/2021).

Diakuinya, daerahnya belum bisa maksimal dalam menjadikan suatu potensi menjadi sebuah objek wisata yang bisa dikunjungi banyak orang.

“Kami punya potensi yang tidak kalah dari Sumba Barat, malahan wisatawan yang menuju ke Sumba Barat lebih banyak maennya ke daerah kami. Tapi untuk membuat destinasi-destinasi di daerah kami itu bisa lebih dikenal luas itu masih belum maksimal,” terangnya.

Merespon hal itu Kepala Dispar Lobar Saepul Akhkam memberikan satu contoh desa di Lobar yang perkembangan pariwisatanya dapat dikatakan sangat bagus.

“Kami punya salah satu Desa Wisata di Kecamatan Narmada, namanya Desa Batu Kumbung. Desa ini berkembang dalam hal pariwisata desa, tapi uniknya intervensi dari pemerintah untuk kepariwisataan di desa ini bisa dikatakan hampir tidak ada. Hanya mengandalkan peran dari masyarakat, pemdes dan sedikit investasi dari dana desanya, namun kemudian mampu menjadi desa tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan,” ungkap Akhkam.

Ia juga memberikan contoh Desa Wisata lainnya di sekitar mampu berkembang dengan memberdayakan peran masyarakat seperti Desa Suranadi, Desa Sedau, dan Desa Sesaot. Deda Sesaot sendiri lanjutnya, belum lama ini meraih sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Saat ini, lanjut Akhkam, pemerintah juga sedang mendorong dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memahami bahwa pariwisata itu bernilai secara ekonomi. Selain itu, patiwisata juga tidak akan bisa berjalan jika tanpa peran intens langsung dari masyarakat itu sendiri.

“Di samping kami mempunyai Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA), kami juga memiliki peraturan daerah tentang wisata berkelanjutan, yang dimana salah satu konsep dari wisata berkelanjutan itu adalah wisata yang berbasis masyarakat,” pungkas Akhkam.(dan)