Di Balik Kelolosan Kampung Bawang Bima dalam Anugerah Desa Wisata se-Indonesia dari Kemenparekraf

Di Balik Kelolosan Kampung Bawang Bima dalam Anugerah Desa Wisata se-Indonesia dari Kemenparekraf

Sabtu, 28 Agustus 2021 07:08 WIB

Bima, ntbnews.com – Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima lolos sebagai salah satu dari 300 desa wisata Indonesia dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).

Selain Kampung Bawang Risa, Woha, ada dua desa wisata dari Kabupaten Bima yang berhasil masuk nominasi, yaitu Desa Wisata Kawinda Toi, Kecamatan Tambora, dan Desa Wisata Uma Lengge Maria, Kecamatan Wawo.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Risa, Nukra menyebutkan, potensi Desa Wisata Kampung Bawang mulai digali pada penghujung tahun 2016, lalu secara perlahan dirintis mulai 2017.

Walhasil, Kampung Bawang Risa memperoleh SK Desa Wisata dari Bupati Bima pada 2018. Selanjutnya, manajemen kegiatan wisata dilakukan oleh Pokdarwis Desa Risa beserta partisipasi warga setempat.

“Ketika kami mendengar pengumuman bahwa Kampung Bawang Risa lolos dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dari Kemenparekraf, sungguh gembira bercampur haru,” kata Nukra saat dihubungi ntbnews.com, Jumat (27/8/2021).

Sementara itu, Musmulyadi selaku Admin Pokdarwis Kampung Bawang mengutarakan awal mula hingga rangkaian proses mengikuti acara Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang diadakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf.

“Pendaftaran dilakukan secara online. Ada aplikasi khususnya. Kami mengumpulkan sejumlah data mengenai potensi wisata yang ada di Risa sesuai indikator yang ditentukan penyelenggara,” tutur dia.

Musmulyadi mengungkapkan, meskipun ide dan gagasan pembentukan Kampung Bawang Risa mulai bersemai 2016, tapi pemetaan potensi wisata secara total dan serius mulai Oktober 2017, lalu pembentukan Pokdarwis 15 Februari 2018. Kemudian didukung pula oleh Agro Kemendes PDT, PSDLH, pada September 2018.

“Dari sisi promosi Kampung Bawang Risa yang lebih meluas dalam skala nasional, ada juga sejumlah tulisan tentang potensi wisata Risa bahkan obyek wisata Bima secara umum, antara lain seperti ditulis oleh Mawardin berjudul Desa Risa, Sepercik Surga dari Tanah Bima (19/11/2018), dan tulisan berjudul Agrowisata Kampung Bawang Merah Desa Risa-Bima yang Sedang Bersolek (03/01/2019) yang dimuat portal qureta.com,” ungkap Musmulyadi.

Dia menjelaskan, pengunjung Desa Wisata Kampung Bawang akan disuguhi keindahan bentang alam persawahan, juga nuansa eksotis dari pegunungan dan bebukitan serta Air Terjun Kalate-Mbaju hingga Gunung Ndudu Jara. Selain pemandangan alam, pengunjung juga bisa menikmati atraksi Tarian Bawang.

“Di Kampung Bawang Risa, terdapat banyak spot yang disuguhkan kepada wisatawan, di antaranya balai pertemuan, kios souvenir, kuliner, selfie area, spot foto, rumah industri rakyat, rumah lebah trigona, warung makan, dan homestay. Selain itu, ada bahan dan alat pembuatan kuliner seperti bawang goreng milenial,” bebernya.

Kata dia, terdapat pula edukasi tentang budi daya pertanian dan peternakan yang dikemas dalam paket wisata bertajuk industri bawang merah, tomat, cabai dan produk unggulan lainnya.

“Pengunjung berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bima maupun Kota Bima, dan Dompu, termasuk luar NTB,” tutup Musmulyadi. (*)

Penulis: Arif Sofyandi