Dampak Banjir: Satu Orang Meninggal Dunia dan 60 Rumah Rusak Berat di Desa Leu

Dampak Banjir: Satu Orang Meninggal Dunia dan 60 Rumah Rusak Berat di Desa Leu

banner-single
Kamis, 8 April 2021 07:04 WIB
Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik. (Ntb News/Arif Sofyandi)

Bima, Ntbnews.com – Banjir bandang pekan lalu mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Desa Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Selain itu, sebagian rumah warga rusak parah. Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik menjelaskan, terdapat sejumlah warga yang rumahnya rusak berat dan hanyut karena banjir.

Dia menyebutkan, terdapat lima rumah yang hanyut, 60 rumah rusak berat, dan sebagian lainnya rusak ringan.

“Dari 1.061 kepala keluarga di Desa Leu, ada 966 kepala keluarga yang terdampak banjir. Yang terdampak banjir 11 RT dari 12 RT,” beber Muhammad kepada Ntb News, Rabu (7/4/2021).

Mereka yang rumahnya tak lagi layak huni hingga kini masih berada di pengungsian.

Ada pula yang telah menjalani kehidupan normal layaknya sebelum banjir. Sementara sebagian warga lainnya sedang membersihkan rumah-rumah mereka.

Ia belum dapat memperkirakan jumlah kerugian yang dialami warga. Muhammad mengaku tak ingin berspekulasi.

Dia meminta Pemkab Bima mengambil tindakan pasca banjir. Salah satunya membuat kebijakan tanggap darurat bencana.

“Juga memenuhi kebutuhan warga dari makanan hingga kebutuhan lainnya,” tegas dia.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat Puskesmas Bolo yang membentuk posko kesehatan. Mereka dibantu oleh relawan dan tenaga kesehatan dari berbagai lembaga.

“Banyak tim medis yang melakukan pemeriksaan kesehatan seperti IDI, PPNI, IBI, puskesmas-puskesmas dan menyisiri berbagai dusun-dusun di desa kami atas nama kemanusiaan,” jelas Muhammad.

Kata dia, kini bantuan masih terus mengalir dari berbagai kalangan. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu korban banjir di Desa Leu.

“Kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang enggak dapat kami sebutkan satu per satu atas bantuan dan kepedulian dari awal banjir hingga hari ini,” ucap Muhammad.

Penulis: Arif Sofyandi

Editor: Ahmad Yasin