Buntut Pemberhentian Pekerja secara Sepihak, Puluhan Pemuda Kota Bima Blokir Jalan

Buntut Pemberhentian Pekerja secara Sepihak, Puluhan Pemuda Kota Bima Blokir Jalan

Rabu, 25 Agustus 2021 06:08 WIB

Kota Bima, ntbnews.com – Puluhan pemuda Gilipanda, Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima melakukan aksi pemblokiran jalan pada Selasa (24/8/2021).

Aksi tersebut dilatarbelakangi keputusan pemberhentian sejumlah pekerja dari lingkungan tersebut yang dikeluarkan oleh penanggung jawab CV Berlian.

Akibatnya, 6 orang pekerja dari lingkungan Gilipanda terkena dampak dari keputusan tersebut.

“Sudah 3 hari diberhentikan tanpa ada alasan yang jelas. Sementara pekerja dari lingkungan dan daerah lain masih dipekerjakan,” ujar coordinator aksi, Fathurahman, pada Selasa malam.

Massa aksi menuntut agar para pekerja yang diberhentikan kembali dipekerjakan. Selain itu, mereka mendesak agar beberapa penutup drainase yang rusak diganti.

“Sudah melenceng dari kesepakatan awal kami dengan H. Mustamin Ibrahim selaku pemilik dana aspirasi untuk memprioritaskan pekerja dari lingkungan sekitar,” ungkap Fathurahman.

Kanit Intel Rasanae Barat dan Babhinkamtibmas Kelurahan setempat langsung menemui massa aksi dan membuka ruang mediasi antara massa dan penanggung jawab proyek. Atas langkah persuasif yang dilakukan aparat Kepolisian Rasanae Barat berhasil membuka kembali akses Jalan Mawar tersebut.

Sementara itu, penanggung jawab proyek, Wahyu mengaku telah terjadi miskomunikasi tugas pokok dan fungsi pekerjaan dalam kasus tersebut.

Dia berjanji akan memenuhi tuntutan massa aksi, dengan kembali mempekerjakan para pekerja dan akan mengganti beberapa penutup drainasi yang dianggap rusak.

Diketahui, proyek drainase sepanjang 160 meter tersebut merupakan dana aspirasi dari salah satu anggota DPRD Kota Bima Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) senilai Rp 189 juta. (*)

Penulis: Ikbal Hidayat