Bukti Keseriusan Polda NTB Berantas Narkoba, Bidang Propam Tes Urine Puluhan Anggota

Bukti Keseriusan Polda NTB Berantas Narkoba, Bidang Propam Tes Urine Puluhan Anggota

banner-single
Selasa, 2 Februari 2021 07:02 WIB
Suasana tes urine mendadak kepada 75 orang anggota Bidang Profesi dan Pengaman (Bid Propam) Polda NTB. (Istimewa)

Mataram, Ntbnews.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar tes urine secara mendadak kepada 75 orang anggota Bidang Profesi dan Pengaman (Bid Propam) di lobi utama Polda NTB, Senin (1/2/2021).

Kegiatan tes urine ini dilaksanakan bersama Bidokes Polda NTB untuk memastikan anggota Propam bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Tes urine anggota Bid Propam pun dilaksanakan sesuai perintah Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal.

Kepala Bidang Propam Polda NTB, Kombes Pol Awan Hariyono mengatakan, tes urine ini sebagai bukti komitmen mereka dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah NTB.

Kata dia, kasus penyalahgunaan narkoba di NTB masih sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan kasus, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. “Ini yang kita atensi,” kata Kombes Awan.

Menurut dia, kasus narkoba menjadi atensi Polri. Terutama dalam upaya transformasi Polri menuju Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transraparansi, Berkeadilan).

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo juga sudah beberapa kali menyatakan tidak akan ada toleransi untuk kasus narkoba. Anggota Polri yang terlibat kasus narkoba hanya memiliki dua pilihan: pidana atau pecat. “Kapolri sangat berkomitmen untuk berantas kasus-kasus narkoba,” jelasnya.

Hasil tes urine 75 anggota Bidang Propam Polda NTB pun seluruhnya negatif dan dinyatakan bebas narkoba. “Ini membuktikan keseriusan kita dalam memberantas narkoba,” tegasnya.

Awan menegaskan, tes urine ini sangat penting bagi Propam untuk memastikan bahwa anggota bebas dari narkoba. Sehingga bisa menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka.

“Tugas Polri menegakkan hukum, maka anggota harus bersih dulu. Kalau kita sendiri belum bersih dan masih bobrok, maka akan jadi bahan cemooh dan tertawaan,” katanya. (dan)