Ini Beragam Penyakit yang Diderita Korban Banjir di Kabupaten Bima

Ini Beragam Penyakit yang Diderita Korban Banjir di Kabupaten Bima

banner-single
Selasa, 6 April 2021 09:04 WIB
Tenaga kesehatan sedang memeriksa korban banjir di Kabupaten Bima. (Ntb News/Nur Hasanah)

Bima, Ntbnews.com – Pasca banjir melanda sekitar 40 desa dari empat kecamatan di Kabupaten Bima, warga mulai mengeluhkan berbagai penyakit.

Di Desa Naru, Kecamatan Woha, terdapat 30 orang korban banjir mengeluhkan berbagai penyakit yang mereka derita.

“Yang sakit pada saat ini kurang lebih 10 orang per dusun. Jadi, dalam tiga dusun ini sekitar 30 orang. Sakitnya seperti mencret, diare, dan flu,” beber Kepala Desa Naru, Usman AB, Selasa (6/4/2021).

Sementara di Desa Sie, Kecamatan Monta, korban banjir mengeluhkan gatal-gatal dan panas dingin.

Beberapa orang yang telah melakukan pengecekan tubuh, mereka mengeluhkan sakit karena berada dalam kepungan banjir selama dua hari.

Warga Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Sa’diyah mengaku merasakan nyeri di sekujur tubuhnya, demam, dan trauma ringan akibat banjir.

Korban banjir di desa yang sama, Asnih Ahmad mengatakan, setelah bencana alam tersebut, ia merasakan nyeri, sakit pinggang, dan darah tinggi.

“(Mungkin karena) rumah saya kemasukan air banjir. Seharian saya membersihkan rumah,” ungkap Asnih.

Tim kesehatan yang juga relawan dari PKU Muhammadiyah Bima, Taufik mengatakan, banyak korban yang mengeluhkan berbagai penyakit pasca banjir melanda Dana Mbari.

“Penyakit yang banyak dialami itu gatal-gatal. Terutama di area jari-jari kaki. Menjalar sampai kaki. Karena mungkin lama berdiri di air sehingga terkena jamur,” ungkapnya.

Selain itu, korban banjir juga merasakan nyeri pinggang dan lutut, serta keluhan penyakit menahun seperti TBC, ginjal, dan maag kronis.

Taufik menyebut, keluhan mual, mencret, serta demam umumnya diderita oleh anak-anak yang berumur 5-6 tahun.

“Sementara yang merasakan gatal-gatal kebanyakan dialami oleh lanjut usia,” ungkap Taufik. (*)

Penulis: Nur Hasanah

Editor: Ahmad Yasin